Nyesek banget rasanya kalau ditanya gitu? Tapi mungkin
ada juga yang masih suka bingung, emang kenapa harus punya tabungan? Nah, buat
kalian yang punya pertanyaan kayak gitu, kali ini aku mau share tentang
beberapa hal yang mungkin bisa menjawab pertanyaan kalian. Oke, check list out...
Ptpn X sebagai Industri berbasis Tembakau sebenarnya
mempunyai banyak peran dalam mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah
sehubungan dengan banyaknya polemik tentang tembakau di Indonesia. Saat ini
Kementrian Kesehatan telah mengeluarkan aturan tentang Roadmap pengendalian
Tembakau di Indonesia, yaitu Peraturan Kementerian Kesehatan (PMK) Republik
Indonesia Nomor 40 Tahun 2013. Adapun polemik tersebut terkait dengan
eksistensi tembakau di bidang sosial budaya, eksistensi di bidang ekonomi
nasional, eksistensi di bidang kesehatan dan eksistensi dalam perfektif agama.
Selanjutnya eksistensi ini juga berkaitan dengan dukungan dari perkembangan
sains dan aturan-aturan pemerintah. Secara keseluruhan tulisan ini membahas
hal-hal tersebut. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa PTPN X sudah selayaknya
mengambil peran dalam eksistensinya dalam berbagai peran tersebut untuk
meningkatkan keterlibatannya dalam pengendalian tembakau di Indonesia.
Terkadang,
keinginan yang diutarakan ke orang lain akan mempercepat proses pencapaiannya.
Mungkin pernyataan ini sesuai dengan teori Kimia, menggunakan katalis untuk
mempercepat terjadinya suatu reaksi. Dan, untuk membuktikan teori ini, tak
perlu ditunjukkan contoh, tapi praktikkan dan buktikan sendiri.
Entah
kenapa, sudah gatal rasanya tangan pengen berbagi tentang acara yang aku diberi
kesempatan waktu untuk menghadirinya hari ini. Yah, yang aku maksud adalah salah
satu program unggulan dari stasiun TV swasta kontroversi, Mata Najwa. Meski
belum pernah berjabat tangan langsung dengan si tuan rumah, Najwa Shihab, tapi
ini adalah kali kedua aku bertemu langsung dengan beliau, setelah 4 tahun yang
lalu Mata Najwa Goes to Campus di tuan rumahi oleh kampusku, Universitas
Sumatera Utara.
Apakah yang
terpikir tentang China? Kalau sekarang ini aku ditanya, bisa jadi jawabannya
jadi rasis dan terkesan menebar kebencian. Apalagi kalau bukan perkara Ahok
yang menista Al-Qur’an dan belum kunjung di tangkap itu. Ditambah, sekarang ini
juga lagi heboh WNA dari China yang bekerja ilegal di Indonesia. Gimana enggak gerem sampe gigi rontok coba? WNI yang
jadi TKI dan TKW masih terus menyumbang devisa untuk negara. Alasan utama
mereka sama, di Indonesia lapangan kerja sedikit, gajinya kecil. Belum lagi
angka pengangguran di Indonesia? Ach, sudahlah...
Bisa jadi tulisan
ini berhubungan dengan tulisanku yang ini: Baca IniWell,
kali ini aku mau lebih banyak cerita tentang Jepang. Semoga tidak ada yang
menangkapku karena dianggap berkhianat pada Indonesia gegara tulisan ini. Tapi,
mumpung kita masih di dermaga, lebih
baik kujelaskan saja di awal bahwa ini semua tentang kecintaanku pada Fisika
dan Jepang.
Ach,
Korea Selatan. Drama romantis, K-Pop, Kimchi, Handouk, Ginseng. Itu kali ya
yang terlintas dibenak kebanyakan orang. Apakah Cuma itu?
Kalau
aku sich bilang Korea Selatan itu awesome banget. Padahal jujur, aku baru
mengenal Korea Selatan itu di catur wulan terakhir 2016. Baru banget, ya?